Pemuda Penggembala mencoba bersajak. “Wajah Nona begitu cantik. Berotak cerdas, baik budi, dan murah senyum…” “kakak Cheng, sajakmu sangat sederhana sekali,” Kata WuIan. “Tapi, sajak itu begitu indah aku dengar. aku suka kejujuranmu Sajak Indah sang Pengembala “Dengarkanlah wahai saudara-saudaraku teriaknya. “Akan aku tanam biji-biji pir ini dan kupanen saat ini juga. Lalu muncu…